setiawati(cinta dan perkembangan hubungan romantis)
Cinta dan perkembangan hubungan Romantis ( Refleksi diri)
Membina
hubungan, senantiasa menjadi fokus perhatian dan waktu karena
merupakan
hal potensial yang dapat membawa individu menuju kebahagiaan, meskipun dapat
pula menjadi hal yang menyakitkan. Interaksi dan
hubungan intim ini mempengaruhi adaptasi dalam perubahan kebutuhan dan tekanan
yang terlibat pada setiap tahapan perkembangan pada kehidupan seseorang.
Menurut Erikson
(dalam Papalia, 2007), mengembangkan hubungan intim merupakan tugas perkembangan
yang penting bagi dewasa muda. Kebutuhan untuk menciptakan hubungan yang kuat,
stabil, dekat, dan peduli menjadi motivator yang sangat kuat bagi tingkah laku
individu. Dalam membina hubungan intim, individu perlu memiliki pemahaman diri,
kemampuan dalam mengekspresikan emosi, kemampuan dalam berkomitmen, dan
pengambilan keputusan dalam seksualitas
Hal-hal ini sangat penting bagi dewasa muda
dalam memutuskan apakah mereka akan menikah atau membentuk hubungan homoseksual.
Bentuk ekspresi dalam hubungan intim dapat berupa persahabatan Hubungan
romantis yang berdasarkan cinta dapat muncul dari berbagai macam hal, misalnya
dua individu saling tertarik satu sama lain dan memutuskan untuk membina
hubungan romantis. Selain itu, hubungan romantis dapat pula muncul dari
pertemanan yang kemudian berkembang menjadi hubungan percintaan.
(Guerrero & Mongeau, 2008). Akan tetapi, tidak mudah bagi individu untuk
dapat mempertahankan hubungan romantis yang dimiliki dalam jangka waktu yang lama.
Berdasarkan
Sternberg (1987), untuk mempertahankan hubungan dapat dilakukan melalui teori
triangular. Pertama, menjaga emosi sehingga keintiman berkembang dengan
baik. Kedua, menganalisa pemenuhan kebutuhan passion dan seksual dalam
hubungan. Komponen passion dapat berbeda antara individu dengan pasangannya dan
terkadang sulit untuk dikontrol, sehingga pasangan perlu memahami kebutuhan
masing-masing dan mencoba memenuhi kebutuhan tersebut. Ketiga, memahami
pentingnya hubungan dan menikmati hubungan dengan bahagia. Dalam melakukan poin
ketiga ini, perlu adanya komponen intimacy dan passion, dan terutama ekspresi
dari komponen commitment pada hubungan romantis jangka panjang.Berkenaan dengan
mempertahankan hubungan romantis jangka panjang, merupakan hal yang penting
bagi individu untuk mampu mengekspresikan emosi, komitmen, dan keputusan dalam
seksualitas. Hal ini merujuk pada kemampuan individu dalam
melakukan penetapan, perencanaan, dan pengambilan keputusan mengenai hubungan
romantis yang sedang dijalani, sebagaimana hal tersebut penting bagi tingkah
laku seksual dewasa muda (McCabe & Barnett, 2000).
Penetapan,
perencanaan, dan pengambilan keputusan dalam
hidup seseorang erat kaitannya dengan
orientasi masa depan (Seniger et al., dalam Seniger, 1992). Penelitian lintas
budaya mengenai orientasi masa depan seringkali membandingkan domain
orientasi masa depan pada remaja dan dewasa muda, di mana pada remaja lebih
difokuskan pada pemikiran dan perasaan
mereka mengenai masa depan pendidikan dan pencapaian karir, sementara
intimacy lebih difokuskan pada dewasa muda (McCabe & Barnett, 2000).
Sejalan dengan itu, Salmela-Aro, Aunola, dan
Nurmi (dalam Nurmi, 2005) melakukan penelitian longitudinal terhadap mahasiswa
perguruan tinggi dalam periode 10 tahun. Mereka menemukan bahwa setelah tahun
kedua dan ketiga perkuliahan, pendidikan dianggap kurang penting; sebaliknya,
karir, keluarga, dan anak menjadi
tujuan yang lebih khusus. Dengan demikian, tema-tema yang terkait dengan masa depan,
terutama masa depan pada hubungan romantis, menjadi hal yang lebih penting
pada dewasa muda Orientasi masa depan pada hubungan romantis merupakan kecenderungan
untuk mencari hubungan sementara atau permanen dengan lawan jenis. Mengacu pada
Öner (2000b), individu dengan tingkat orientasi masa depan yang tinggi
diperkirakan akan mencari hubungan yang relatif permanen; sebaliknya individu
dengan tingkat orientasi masa depan yang rendah lebih dapat menikmati hubungan
yang sementara.Pada kesimpulannya, cinta merupakan salah satu aspek yang
penting dalam menentukan
keberlangsungan hubungan romantis yang dijalani oleh individu. Penelitian
mengenai aspek cinta dalam hubungan romantis dapat membantu pemahaman individu
tentang orientasi masa depannya pada hubungan romantis. Berdasarkan hal
tersebut, merupakan suatu hal yang penting bagi individu, khususnya dewasa
muda, untuk mengetahui kadar cinta yang dimilikinya agar dapat
menentukan apakah ia akan menjalin hubungan jangka panjang atau jangka pendek
dengan pasangannya. Dengan demikian, peneliti ingin mengetahui hubungan antara
cinta dan komponennya dengan orientasi masa depan pada hubungan romantis.
Definisi segitiga cinta menurut Sternberg
Sternberg mengklasifikasikan teori cinta dengan membaginya menjadi 3
komponen : gairah, keintiman dan komitmen.
Gairah adalah daya tarik fisik dan seksual
terhadap orang lain
Keintiman adalah perasaan emosi yang mengandung kehangatan,kedekatan, dan berbagi
dalam sebuah relasi
Komitmen adalah penilaian kognitif mengenai relasi dan intensi untuk mempertahankan
relasi meskipun relasi itu mendapat masalah
Dalam teori sternberg bentuk cinta yang paling kuat dan utuh adalah cinta
yang sempurna ( consummate love)yang melibatkan ketiga dimensi relasi yang
hanya mengandung unsur gairah (keintiman dan komitmen rendah atau tidak ada
sama sekali maka relasi itu disebut birahi.
Segitiga Cinta Sternberg
Keintiman
Menyukai

cinta
Romantis Cinta
persahabatan
Gairah Cinta Komitmen
Analisis diri tentang teori Segitiga Cinta :
Cinta adalah anugrah tuhan setiap orang pasti pernah merasakan apa itu
cinta yang datangnya entah darimana saja kalo kata pepatah bilang cinta itu
dari mata turun kehati heheh
Bicara menganalisis diri tentang segitiga
cinta, saya pun pribadi pernah
merasakan jatuh cinta jika diceritakan seperti apa cinta entahlah intinya
jangankan melihat sidia ketika namanya disebut rasa hati berbunga-bunga. Menurut
pengalaman saya pribadi tentang cinta, ketika saya mempunyai rasa pada seseorang
jangan kan untuk berbicara lewat saja d hadapannya
diri ini rasanya sangat malu (heheh).
dulu saya pernah dekat dengan seorang ikhwan , sampai-sampai
ikhwan itu tau aktivitas saya dari mulai bangun sampai saya tidur, karna saya
selalu mengatakan apa saja yang terjadi tentang rasa saya hari ini sedih
ataupun bahagia kadang sesekali mengobrol berjam-jam membahas tentang apapun
dari mulai diskusi agama, masalah-masalh politik dll, bahkan ketika saya dalam
masalahpun dia tidak segan-segan
membantu dan berpikir menyelesaikan masalh tersebut. (teori Keintiman)
Lama kelamaan saya timbul rasa suka karna kedekatan yang sering terjadi antara saya dan dia, namun, saya rasa takut akan rasa itu, karna ketika rasa itu tumbuh timbul perasaan cemburu apabila dia dekat dengan wanita lain dan rindu yang menurut saya sangat menyakitkan saya tak suka itu sungguh sangat tak menyukainya (cinta efektif)
Awal saya menjauh, berat memang
dulu yang sering menghubungi saling berkabar,hilang begitu saja namun saya sebelumnya meminta maaf atas kepergian untuk menjaga hati saya dia pun mengerti hal itu. Tapi sekarang perasaan itu sudah tidak ada saya pun ketika bertemu biasa saja (komitmen cinta biasa).
dulu yang sering menghubungi saling berkabar,hilang begitu saja namun saya sebelumnya meminta maaf atas kepergian untuk menjaga hati saya dia pun mengerti hal itu. Tapi sekarang perasaan itu sudah tidak ada saya pun ketika bertemu biasa saja (komitmen cinta biasa).
Daftar fustaka
Santrok,w,john 2021,Life span development,Erlangga
Skipsi,Putri,s,Anggelia,2010,Cinta dan orientasi masa depan Hubungan
romantis pada dewasa muda yang berpacaran,Depok
Komentar
Posting Komentar